Karambia | Rahasia Dibalik Kelezatan Masakan Minang

Karambia | Rahasia Dibalik Kelezatan Masakan Minang. Orang Minang sudah berabad-abad memasak makanan bersantan seperti rendang dan gulai. Selain rendang daging, kini berkembang rendang telur dan singkong. Ada pengaruh india dalam bumbunya. Santan kelapa adalah bahan dasar utama masakan Minang. Santan itu diolah dengan sayur, ikan atau daging dengan banyak bumbu. Disebabkan orang Minang sejak dahulu suka merantau, orang Minang harus membuat makanan yang tahan lama. Bumbu-bumbu inilah yang membuat makanan itu menjadi tahan lama.
Karambia | Rahasia Dibalik Kelezatan Masakan Minang

Ada dua tumbuhan paling penting di Sumatera pada masa penjajahan yaitu padi dan kelapa. Hingga kini pun kedua tanaman itu masih menjadi tanaman utama. Nasi adalah makanan pokok penduduk. Adapun kelapa atau Karambia, sebutan orang Minang untuk kelapa mudah dijumpai di seluruh ranah Minang  diolah menjadi santan untuk membuat gulai. Pohonnya banyak ditanam di rumah penduduk, ladang atau juga hutan hingga pantai.

Menurut para ahli, keterangan pertama belanda tentang rendang muncul secara implisit dari catatan Jenderal Hubert Joseph Jean Lamber De Stuers yang merupakan panglima militer dan residen Padang pada masa pemerintahan kolonial Belanda tentang kuliner Sumatera Barat pada tahun 1827. Stuers menggambarkan “suatu teknik membuat masakan yang menggunakan susu kelapa (santan) yang dihanguskan”. Ini  tentu mengarah kepada rendang yang merupakan makanan paling lezat sedunia.
Simak juga artikel menarik lainnya tentang kuliner ranah Minang serperti Menikmati Gulai Itik Lado Mudo atau juga Makanan Khas Lebaran SumateraBarat

 

Demikian artikel Karambia | Rahasia Dibalik Kelezatan Masakan Minang. Semoga bermanfaat dan menjadi tambahan wawasan bagi kita semua. Terima kasih