Fenomena Martabak, Satu Kata Banyak Arti

Karena iseng sore-sore mau ngemil, setelah berkeliling mencari makanan yang mneggugah seleara akhirnya pilihan jatuh ke sebuah toko yang khusus menjual martabak. Udah lama juga ngga mencicipi kelezatan kuliner  yang satu ini. Pada umumnya ada 2 jenis yaitu martabak manis dan martabak telor. Namun seiring perkembangan jaman dan juga persaingan yang cukup ketat para penjual mulai melakukan inovasi-inovasi sehingga menghasilkan berbagai aneka rasa. Seperti toko yang satu ini menyediakan banyak pilihan menu. 
Fenomena Martabak, Satu Kata Banyak Arti

Setiap daerah memiliki sebutan tersendiri seperti yang saya alami ketika wisata ke kota Batam-Kepulauan Riau ingin merasakan martabak manis. Ketika memesan saya hanya mengatakan martabak namun saya terkejut ketika sudah jadi ternyata adalah martabak telor. Saya baru sadar kalau di Batam untuk membeli martabak manis maka kita harus memesannya adalah Terang Bulan. Berbeda dengan daerah Jabotabek kalau menyebut martabak ya martabak manis bukan martabak telor. Di Bukittinggi atau Padang dikenal martabak kubang, di Aceh ada martabak terbalik. Dapat disebutkan lagi yaitu martabak Mesir , martabak Bandung, martabak Bangka.

Saya penasaran juga dari mana sih awalnya martabak. Ternyata sejarahnya adalah berwal pada tahun 1930-an dari sebuah kecamatan di daerah Tegal yaitu Lebak Siu. Asal muasalnya adalah hasil modifikasi resep dari India yang berupa adonan terigu. Oleh karena itu sampai kini daerah Lebak Siu mendapat gelar Kampung Martabak.

Demikianlah fenomena martabak, satu kata banyak arti. Terlepas dari banyak arti dan persepsi yang pasti satu kata untuk martabak yaitu lezat. Setuju…?

0 thoughts on “Fenomena Martabak, Satu Kata Banyak Arti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *