Ngarai Sianok Bukittinggi, Lembah Sunyi Yang Mempesona

Ngarai Sianok Bukittinggi, Lembah Sunyi Yang Mempesona . Ngarai Sianok adalah salah satu lokasi wisata yang menjadi andalan Bukittinggi, Sumatera Barat. Berada di perbatasan antara kota Bukittinggi dengan kecamatan IV Koto. Menawarkan pemandangan alam paling indah dengan bukit dan lembah nya yang menghijau, persawahan yang menguning serta aliran sungai yang menambah kesempurnaan ciptaanNya. Oleh karena itu tidak mengherankan  tempat wisata ini meraih The Best Tourism pada ajang penghargaan Tourism Award 2007 yang diselenggarakan di Padang. Keindahan ngarai Sianok dapat dinikmati dari atas melalui Taman Panorama Bukittinggi.
Ngarai Sianok Bukittinggi, Lembah Sunyi Yang Mempesona
Ngarai Sianok merupakan lembah curam atau jurang dengan kedalaman 100 meter, lebar 200 meter dan membentang sepanjang 15 kilometer terbentuk karena patahan semangko yang membelah pulau Sumatera menjadi dua bagian. Namun akibat gempa yang terjadi pada tahun 2005 beberapa bagian dindingnya runtuh sehingga tampak bongkahan batu kapur yang menggantikan hijaunya peppohonan. Dan juga menyebabkan pendangkalan pada sungai yang mengalir dibawahnya yaitu  sungai Sianok. Sungai ini memiliki hulu dari gunung Singgalang. Airnya cukup jernih dan mengalir cukup deras menjadikan  anda yang  memiliki hobby olah raga air dapat menguji adrenalin dengan bermain kano, kayak dan arung jeram.
Pada jaman dahulu kehidupan masyarakat di sini mayoritas adalah bertani sehingga untuk memperluas lahan pertanian mereka merambah hutan liar. Tidak jarang terjadi perselisihan akibat perebutan lahan. Dari hasil perluasan ini terbentuklah kampung-kampung di daerah ini yaitu Lambah, Jambak dan Pahambek. Lambah mempunyai arti lembah atau rendah karena mendiami daerah aliran sungai. Jambak adalah nama dari sebuah suku yang membuka lahan pertanian di sana. Dan Pahambek memiliki maksud penghembat.
Asal usul nama Sianok ada dalam berbagai versi. Berasal dari kata “si” dan “Anok” yang merupakan seorang yang pendiam namun arif dan bijaksana walaupun tidak serta merta dia menjadi yang pertama kali mendiami daerah ini. Versi lain mengemukakan suatu ketika ada sebagian rombongan penjelajah tersesat di hutan belantara lalu dicarilah mereka oleh kelompok lainnya.  Saat ditemukan di suatu daerah lembah para pencari ini berteriak senang “ko nyo Basianok” artinya “di situ rupanya berdiam diri”.  Anok dalam bahasa Minangkabau adalah diam, sunyi atau tenang. Oleh karena itu ngarai Sianok disebut juga Lembah pendiam atau Lembah sunyi.
Demikian artikel tentang Ngarai Sianok Bukittinggi, Lembah Sunyi Yang Mempesona. Semoga bermanfaat bagi pembaca dalam menambah khasanah kekayaan alam dan budaya Indonesia.