Wisata Benteng Fort de Kock atau Taman Kota Bukittinggi Sumatera Barat

Pernahkah anda mengunjungi lokasi Wisata Taman Kota Bukittinggi Sumatera Barat? Pasti kita akan bingung menjawabnya dan menebak-nebak dimanakah letaknya. Akan tetapi bila saya ganti pertanyaannya, pernahkah anda ke Benteng Fort de Kock?  Spontan anda menjawabnya dengan cepat. Ya kawasan tersebut berubah nama menjadi Taman Kota Bukittinggi (Bukittinggi City Park) dan Taman Burung tropis (Tropical Bird Park) sejak diresmikan kembali tahun 2003. Namun sudah lumrah terjadi, masyarakat lebih familiar dengan nama Fort de Kock dan itu tidak menjadi masalah yang besar justru menunjukan keragaman bahasa penduduk sekitar.
Benteng Fort de Kock ini didirikan oleh Kapten Bouer tahun 1825 di atas bukit Jirek Negeri Bukittinggi sebagai kubu pertahananan Pemerintah Hindia Belanda menghadapi perlawanan rakyat dalam perang Paderi yang dipimpn oleh Tuanku Imam Bonjol. Ketika itu Baron Hendrick markus de Kock menjadi komandan de troepen dan wakil gubernur jenderal pemerintah Hindia Belanda.  Dari sinilah nama lokasi ini menjadi benteng  Fort de Kock. Itulah kalimat yang tertulis pada prasasti di lokasi tersebut yang menandai peresmian kembali oleh bupati Bukittinggi yang saat itu dijabat Drs. H Djufri pada tanggal 15 Maret 2003.
Wisata Taman Kota Bukittinggi Sumatera Barat
Bagaimana sejarah berdirinya benteng yang memiliki bangunan utamanya setinggi 20 meter dan dikelilingi oleh 4 meriam di setiap sudutnya  tersebut?  Ini dilatar belakangi oleh perselisihan yang terjadi antara kaum adat dengan kaum agama. Belanda memanfaatkan momen ini dengan dalih membantu kaum adat menekan kaum agama pada saat perang Paderi 1821 sampai dengan 1837.  Belanda meminta izin untuk membangun pertahanan militer di bukit Jirek yang diberi nama Fort de Kock. Bahkan dengan keserakahannya merencanakan mengambil juga bukit Sarang Gagak, bukit Tambun tulang, Bukit Cubadak Bungkuak dan bukit Malambuang dalam bahas minang disebut tajua nagari ka bulando artinya terjual negeri ke Belanda.
Wisata Taman Kota Bukittinggi Sumatera Barat
Menuju tempat ini anda dapat masuk melalui Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan berbelok ke arah kiri setelah melewati jembatan Limpapeh anda sudah berada di kawasan benteng tersebut. Karena letaknya yang berada di atas bukit maka siap-siap tenaga anda terkuras meniti satu persatu anak tangga untuk mencapai bangunan utamanya. Jangan putus asa, sesampai di atas segala keletihan langsung sirna berganti kekaguman oleh pesona peninggalan bersejarah dan suguhan pemandangan alam yang disajikan.
Pihak pengelola menyediakan tempat-tempat duduk agar pengunjung betah berlama-lama di sini, dengan kesejukan alami karena tumbuh alami pohon pinus yang tetap terjaga ditambah pula koleksi burung-burung yang menggemaskan hati karena suara dan bulu indahnya. Kebersihan lingkungan pun sangat diperhatikan sehingga tidak ada sampah yang berserakan, toilet pun tersedia di sini.

Demikian artikel saya tentang Wisata Taman Kota Bukittinggi Sumatera Barat, mudah-mudahan menjadi manfaat bagi rekan-rekan.