Menjelajahi Pemandangan Alam Danau Maninjau Sumatera Barat

Menjelajahi Pemandangan Alam Danau Maninjau Sumatera Barat, Kali ini saya ingin mengajak pembaca menuju salah satu lokasi wisata yang berada di Sumatera Barat tepatnya di desa Maninjau kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam yaitu Danau Maninjau. Danau yang berada di ketinggian 461 meter di atas permukaan laut dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter merupakan berjenis danau vulkanik yaitu danau yang terbentuk dari kawah yang terisi air akibat adanya letusan gunung api yang dahsyat. Cikal bakal nama Maninjau diambil dari meletusnya Gunung Tinjau.
Menjelajahi Pemandangan Alam Danau Maninjau Sumatera Barat
Danau Maninjau menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Jernihnya air yang berwarna kebiruan, dikelilingi perbukitan yang dengan gagah mengelilinginya serta kuningnya area persawahan membuat siapa saja yang memandangnya akan berdecak kagum akan keelokannya.  Oleh pengelola disediakan perahu untuk mengelilingi area wisata. Ada pula persewaan sepeda. Bagi yang hobby memancing tempat ini sangat ideal untuk dijadikan spot perburuan ikan, seperti mujair, nila, tawes dan berbagai jenis ikan air tawar. Danau ini memiliki fungsi yang sangat vital bagi masyarakat sekitar. Selain sebagai tempat penangkaran ikan dalam keramba, aliran hulunya dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
Untuk menuju ke tempat ini dapat melalui kota Bukittinggi, lalu ke Matur setelah itu melewati Kelok 44 maka kita akan tiba di sana. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam. Pastikan kendaraan anda dalam kondisi yang prima karena jalur yang dilewati adalah daerah perbukitan yang memiliki medan terjal dan curam. Apalagi kelok 44 yang terkenal dengan tikungannya yang sangat tajam, bila anda belum mahir berkendara lebih baik urungkan saja niat karena resikonya cukup tinggi.
Daerah Maninjau melahirkan beberapa pahlawan nasional antara lain Haji Abdul Malik Karim Amrullah  yang terkenal dengan Buya Hamka. Seorang ulama, penulis dan pujangga yang terkenal dengan karyanya di bawah lindungan Kabah dan Tenggelamnya kapal Van der Wijck yang sekarang diangkat menjadi film ke layar lebar. Tokoh  lainnya adalah Haji Rangkayo Rasuna Said. Bahkan namanya dijadikan nama jalan di daerah Kuningan Jakarta yaitu HR Rasuna Said. Seorang pahlawan nasional pada masa penjajajahan merebut kemerdekaan.

Demikianlah artikel saya tentang Menjelajahi Pemandangan Alam Danau Maninjau Sumatera Barat, semoga bermanfaat bagi rekan-rekan untuk menambah khasanah kekayaan alam dan wisata negara yang kita cintai yaitu Indonesia. Tetap lestarikan alam sekitar di manapun kita berada.