Wisata Museum Bung Hatta Bukittinggi, Mengenal Sosok Wakil Presiden Pertama Indonesia

Wisata Museum Bung Hatta Bukittinggi, Mengenal Sosok Wakil Presiden Pertama Indonesia. Pesta demokrasi di Indonesia telah dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014  berlangsung aman dan lancar. Pemilihan umum atau pemilu legislatif yang bertujuan untuk memilih para wakil rakyat yang akan duduk sebagai anggota dewan. Setelah ini akan berlangsung juga pemilu presiden yang akan memilih presiden dan wakil presiden untuk periode 2014 sampai dengan 2019. Saya tidak akan membahas masalah pemilu namun ingin menceritakan seorang plokamator kita yaitu bapak Mohammad Hatta yang merupakan wakil presiden pertama Republik Indonesia.
Mohammad Hatta lahir di kota Bukittinggi, Sumatera Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Nama lahirnya adalah Muhammad Athar namun lebih populer dengan panggilan Bung Hatta. Orang tuanya adalah Muhammad Djamil seorang keturunan ulama tarekat dari nagari Batuhampar kabupaten Lima Puluh Koto dan Siti Saleha keluarga pedagang dari Bukittinggi kabupaten Agam Sumatera Barat. Mendapatkan anugerah Bintang Republik Indonesia Kelas I pada tanggal 15 Agustus 1972 serta memperoleh gelar pahlawan nasional tanggal 23 Oktober 1986  sesuai keppres nomor 081/TK/1986.
Wisata Museum Bung Hatta Bukittinggi, Mengenal Sosok Wakil Presiden Pertama Indonesia
Di kota kelahirannya inilah untuk mengenang jasa-jasanya berdiri museum yang dahulunya merupakan rumah tempat beliau dilahirkan dan dibesarkan. Letaknya tak jauh dari maskot wisata Bukittinggi yaitu Jam Gadang. Tepatnya berada di Jl. Soekarno Hatta no 37. Terdapat papan nama yang cukup mencolok di halaman depannya sehingga memudahkan anda menemukan lokasinya. Bangunan terdiri dari 2 lantai. Lantai pertama terdiri dari ruang tamu, ruang bujang, ruang makan dan kamar paman bung Hatta. Sedangkan kamar bung Hatta sendiri berada di lantai dua. Koleksinya terdiri dari buku-buku, foto-foto dan peralatan rumah yang asli dan terawat dengan baik. Memasuki museum ini kita seakan mengikuti perjalanan beliau dalam mengisi hari-harinya dan inspirasinya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Pendidikannya dimulai dari Europese Largere School (ELS) yaitu sekolah dasar pada jaman penjajahan kolonial belanda tahun 1916 di Bukittinggi. Dilanjutkan ke Meer Uirgebreid Lagere School (MULO) atau Sekolah Menengah Pertama di Padang. Setelah itu masuk Handel Middlebare School (Sekolah Menengah Dagang) yang sederajat dengan Sekolah Menengah Atas di Jakarta tahun 1921. Dan memperoleh gelar doctorandus (Drs) dari Nederland Handelshogeschool di Rotterdam Belanda.
Perjalanan politik Bung Hatta cukup panjang dan berliku dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang mengakibatkan diasingkannya beliau oleh Belanda ke Boven Digul di daerah Papua dan Banda Niera Maluku. Namun itu tidak mengurangi kegigihannya untuk tetap berbakti pada negara. Berikut adalah karier politiknya:
Tahun 1916-1920  Bendahara jong Sumatera di Padang Sumatera Barat
Tahun 1920-1921  Bendahara jong Sumatera di Padang Sumatera Barat
Tahun 1925 – 1930 Ketua Perhimpunan Indonesia di Belanda
Tahun 1927 – 1931 Wakil Indonesia di Liga melawan imperialis dan penjajahan di Berlin
Tahun 1934 – 1935 Ketua panitia Pendidikan nasional Indonesia (PNI) baru
Tahun 1942 Kepala kantor penasihat saat pemerintahan tentara Jepang
Mei  1945 Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
17 Agustus 1945 Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia
18  Agustus 1945  Wakil Presiden Republik Indonesia
Tahun 1948  – 1949  Wakil presiden merangkap perdana menteri dan menteri pertahanan
Beliau wafat 14 Maret 1980 dan dimakamkan di Tanah Kusir Jakarta. Syair lagu yang dinyanyikan oleh Iwan Fals dengan judul Bung Hatta menggambarkan sosok beliau dan betapa kehilangan bangsa Indonesia dengan kepergiannya. Entah kapan lagi lahir seorang pejuang dan pemimpin yang selalu membela bangsa dan negara hingga akhir hayatnya namun tetap dalam kesederhaan.
Hujan air mata dari pelosok negeri –  saat melepas engkau pergi –  berjuta kepala tertunduk haru- terlintas nama seorang sahabat – yang tak lepas dari namamu- terbayang baktimu – terbayang jasamu – terbayang jelas jiwa sederhanamu- bernisan bangga berkapal doa – dari kami yang merindukan orang sepertimu.

Demikian artikel saya tentang Wisata Museum Bung Hatta Bukittinggi, Mengenal Sosok Wakil Presiden Pertama Indonesia. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kita untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.  Seseorang akan selalu dikenang karena bakti dan jasanya bagi tanah air. Terima kasih.