Fenomena Warna Batu Opal Kalimaya Banten

Fenomena Warna Batu Opal Kalimaya Banten. Nama opal diambil dari bahasa yunani yaitu opillos yang berarti melihat sesuatu yang lain. Hal ini berkaitan dengan kharakteristik dari batu ini yang memiliki aneka warna saat terkena cahaya. Batu opal memiliki kekerasan 5.5 – 6.5  berdasarkan skala MOHS.
Fenomena Warna Batu Opal Kalimaya Banten
Pola dari fenomena warna pada batu opal adalah sebagai berikut:
  1. Flame : api merah, kuning, orange menyapu  batu opal
  2. Peacock : warna hijau atau biru mendominasi batu opal
  3. Pinfire atau pinpoint : titik-titik kecil atau gerimis
  4. Harlequin atau mozaic : polanya lebar seperti sarang tawon

Penghasil batu opal terbesar dunia adalah Australia yaitu 90 persen.  Sedangkan Indonesia menghasilkan opal berjenis kalimaya yang berasal dari Banten. Di Kecamatan Maja, Sajira, Cimarga, Lebak. Negara lain yang juga merupakan penghasil opal adalah Ethiopia, Honduras, Guatemala, Nikaragua, Turki, Hungaria dan Ceko.

Jenis-jenis opal kalimaya yang beredar di kalangan pecinta dan penggemar batu cincin antara lain:
  1. Opal biasa | common opal: tidak menampakkan permainan warna yang mencolok
  2. Opal putih | white opal : opal berwarna putih / abu-abu dan susu. Permainan warnanya hanya sedikit bahkan tidak ada sama sekali
  3. Opal hitam | black opal : opal berwarna agak gelap kehitaman atau kecoklatan dengan permainan warnanya yang kontras.
  4. Opal api | fire opal : opal yang dapat tembus pandang berwarna merah, orange, kuning atau kecoklatan dengan sedikit permainan warna.

Di antara jenis-jenis opal, black memiliki harga jual yang lebih tinggi di banding jenis opal lainnya selain lebih menonjol dalam hal warna juga karena langkanya barang ini di pasaran membuat harganya melambung. Demikian artikel saya tentang Fenomena Warna Batu Opal Kalimaya Banten. Semoga bermanfaat dan menjadi bahan referensi anda. Terima kasih