Wisata Permata | Istilah Mahar Batu Akik Cincin

Wisata Permata | Istilah Mahar Batu Akik Cincin. Kata mahar di kalangan pecinta dan pengguna batu cincin sudah jamak dan seperti mengganti peran harga. Hal ini menjadi unik karena pembeli tidak menanyakan harga akan tetapi justru menanyakan maharnya berapa. Berbeda dengan perhiasan lain seperti emas, perak atau permata yang telah jelas  nilai per gram nya sehingga akan dengan mudah menentukan harganya. Mengapa hal ini terjadi dan apa arti kata sebenarnya dari mahar itu sendiri?
Wisata Permata | Istilah Mahar Batu Akik Cincin
Kata Mahar berasal dari bahasa Arab yaitu al-mahr yang artinya mas kawin. Sedangkan menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah pemberian wajib berupa uang atau barang dari mampelai laki-laki kepada mampelai perempuan saat dilangsungkan akad nikah. Atau dalam sehari-hari kita menyebutnya mas kawin pengantin. Penggunaan kata mahar di Indonesia adalah disebabkan faktor budaya, dimana untuk menyatakan transaksi jual beli benda-benda yang berbau mistis atau memiliki kekuatan gaib seperti salah satunya adalah batu akik atau cincin.

Dalam perkembangannya walaupun kini batu akik mayoritas hanya sebagai perhiasan semata namun istilah mahar masih melekat di kalangan para pecinta dan pengguna batu cincin. Tidak ada salah dan keliru karena memang sudah merupakan budaya di komunitas tertentu. Malahan menambah keanekaragaman perbendaharaan kata.

 

Demikian artikel Wisata Permata | Istilah Mahar Batu Akik Cincin. Semoga bermanfaat dan menjadi tambahan pengetahuan bagi rekan-rekan sekalian. Terima kasih