5 Hari Liburan Menyenangkan di Bangka Belitung

5 Hari Liburan Menyenangkan di Bangka BelitungPada tahun 2010, saat umurku masih 8 tahun dan masih tinggal di Balikpapan Kalimantan Timur aku diajak ayahku berlibur ke tempat ia dilahirkan. Awalnya saat liburan ayah ku tiba-tiba saja memberi tahu agar kakak dan aku segara bergegas mempacking barang yang kami perlukan untuk berlibur. Seketika kakak dan aku pun terkejut dan sangat merasa senang saat mendengar penjelasaan ayahku tentang liburan kali ini. Sungguh aku sangat senang kala itu, jujur saja aku baru pertama kali pergi ke tempat ayahku dilahirkan, yaitu ke Bangka Belitung yang terkenal dengan julukan negeri Laskar Pelangi. Di sana juga terdapat batu permata yang disebut dengan batu Satam.
Saat itu ayah tidak mengajak bunda, karena bunda punya kesibukan lain dan merawat adikku yang kala itu usianya masih sekitar 2 tahunan. Ketika waktunya tiba, aku dan kakak sangat bersemangat, kami pun berangkat dengan rasa senang membayangkan apa yang harus kami lakukan di sana. Ketika kami telah sampai Bandara Sepinggan yang sekarang baru resmi diganti namanya menjadi Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, kami segara bergegas untuk check-in dan kami sempat menunggu di ruang tunggu karena pesawat sempat delay.

Waktu pun tiba kami langsung naik pesawat. Waktu di pesawat aku sempat bertanya-tanya dengan ayahku, apa saja yang ada disana. Ayahku bilang, di sana banyak pantai yang indah yang mungkin saja jarang kita jumpai di Kalimantan. Aku tambah bersemangat dan sangat tidak sabar untuk menunggu. Namun tiba-tiba saja pesawat ku mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Aku sangat bingung, lalu ayah menjelaskan semua ini. Ternyata ayahku lupa bahwa kita transit dulu di Jakarta karena ingin menjemput kakek dan nenek yang ingin ke kampung halamannya juga. Aku tambah senang mendengarnya. Ketika kami dan nenek kakek bertemu kami bergegas menuju tempat check-in ke Tanjung Pandan.

Di pesawat nenek dan kakek bercerita bagaimana dulu mereka tinggal disana, sungguh cerita mereka membuat aku jadi kagum akan keindahan disana, padahal aku belum berada disana dan melihat langsung. Hati ini rasanya damai mendengarkan cerita tersebut. Waktu yang ditunggupun datang. Ya aku sangat senang akhirnya bisa sampai di tempat ini dengan selamat. Ketika kami keluar dari bandara kami disambut oleh keuarga yang menjemput, aku tidak pernah kenal mereka sebelumnya, tetapi karena liburan ini aku jadi mengenal saudara ku.
Hari demi hari aku lewati disini, selama kurang lebih 5 hari aku di sini. Sungguh itu bagiku sangat singkat, dan rasanya ingin disini berlama lama. Mungkin karena faktor liburan yang sangat singkat.
Aku akan menceritakan ketika 4 hari disana. Hari pertama aku keliling kota Belitung sambil bersilaturahmi dengan keluarga. Aku sangat kagum melihat keindahan kota Belitung yang masih banyak orang bersepeda ontel untuk aktifitas berkendara sehari hari, mungkin itu salah satu penyebab udara yang sangat bersih di sana pada saat itu, entah yang sekarang bagaimana aku belum tahu. Dan banyak orang ramah yang padahal sebelumnya mereka belum menganal aku. Juga banyak kuliner yang unik dan menarik, sungguh yang membuat lidah ini selalu bergoyang. Masih terasa dan terbayang keindahan dan kedamaian disana.
Hari kedua aku berjalan jalan ke tempat wisata, salah satunya Pantai Tanjung Tinggi yang tidak terlalu jauh dari rumah saudaraku yang di Tanjung Pandan hanya sekitara 30 km dari rumah saudaraku ke pantai. Pantai ini sungguh sangat indah dan mata akan jatuh cinta apa bila melihatnya. Ciri khas dari pantai ini adalah air lautnya yang sangat jernih, butiran pasir yang lembut berwarna putih, dan batu granit yang sangat besar yang mempertambah kecantikan pulau ini. Di sela sela batu terkadang suka ada ikan laut berukuran sedang yang bisa kita tangkap dan langsung dibuat santapan makan siang atau malam. Pantai ini pernah dijadikan sebagai tempat syuting Laskar Pelangi.
Aku juga ke sekolah bekas Laskar Pelangi, di situ terdapat bangunan tua yang sangat sederhana yang banyak cerita tentang kesuksesan murid murid orang yang kurang mampu ingin bersekolah dan cerita yang sanagt menarik. Setelah dari situ aku beristirahat di rumah saudara ku yang berada di sederetan rumah yang asli dari kayu model model rumah tua yang unik, yang membuat kenyamananku bertambah.
Di hari ketiga aku berkeliling ke Tanjung Tinggi dan sempat ke pantai pantai lainnya namun aku sudah lupa namanya. Dihari ketiga ini aku sempat mencari oleh-oleh karena besok nya aku bergegas siap siap untuk pulang. Sebelum aku pulang ke rumah saudaraku di salah satu pantai aku ditawari memakan ikan buntal. Untuk makanan tentu aku tidak bisa menolak hehe.
Di hari keempat aku bergegas untuk pulang, dan sebelum pulang kami berpamitan dengan keluarga dan sangat banyak disuguhi makanan. Katanya biar kami tidak kelelahan dan lemas saat di pesawat ha..ha..ha.
Akhirnya kami sekeluarga pamit dan masuk kemobil untuk melanjutkan perjalanan pulang. Diperjalanan, bude ku berpesan untuk segera kembali dan tidak melupakan mereka disana, dan beliau bilang bahwa aku belum melihat semua  keindahan dibangka belitung ini. Sungguh hati ku rasanya ingin berada disini terus, tetapi mau digimanaiin lagi. Aku harus pulang dan melanjutkan sekolah dan tugas tugas ku, agar suatu saat aku dapat kembali lagi.
Akhirnya kami sampai di Bandara Tanjung Pandan dan bergegas cepat untuk naik pesawat karena kami sempat telat. Di pesawat aku masih terbayang bayang keindahan di Belitung sungguh ciptaan Allah yang sangat indah yang patut kita syukuri.
Akhirnya kita sampai di bandara sepinggan dengan selamat. Sungguh ini liburanku yang sangat luar biasa………. aku berharap suatu saat kembali ke Bangka Belitung lagi. Terima kasih
Penulis : TRIA AUDINA
Siswa kelas IX – 3
SMP AL AZHAR SYIFA BUDI CIBINONG
BOGOR – JAWA BARAT