Kejutan Nenek Saat Liburan di Bali

Kejutan Nenek Saat Liburan di Bali. Pada saat aku pulang sekolah, tiba-tiba aku diberi informasi oleh kakak bahwa aku besok beserta kedua orang tuaku pergi ke Bali. Aku pun tidak tahu alasan orang tuaku mengajakku mendadak ke Bali tanpa direncanakan. Karena tiket pesawatnya sudah dibeli mau tidak mau aku harus ikut. Sesampainya di Bali aku beserta kedua orang tuaku dijemput di bandara oleh Oom ku. Aku dan kedua orang tuaku tidak langsung pulang ke rumah. Karena pada saat perjalanan pulang ke rumah dari bandara tiba-tiba oom ku mendapat panggilan dari kantornya. Oom ku bekerja disebuah hotel di Bali yang jaraknya dekat sekali dengan pantai Kuta yaitu “Sheraton”. Karena panggilan dari kantor untuk Oom ku tidak bisa dibatalkan akhirnya Oom ku memenuhi panggilan tersebut dahulu.

Kejutan Nenek Saat Liburan di Bali

Aku dan kedua orang tuaku disuruh jalan-jalan saja ke daerah Kuta dan sekitarnya. Itu pertama kalinya aku ke Bali dan pertama kalinya ke pantai Kuta. Sesampainya di pantai Kuta aku berfoto-foto, selain itu aku dan kedua orang tuaku bermain ombak yang lumayan besar dan tak lupa melihat sunset. Di Kuta sunsetnya sangat indah dan angin sore hari ke malam hari sangat terasa sejuk di pinggir pantai. Sambil menunggu Oom ku selesai dari pekerjaannya aku melanjutkan perjalanan ke mall dekat dengan hotel Oom ku. Di mall aku bersama kedua orang tuaku untuk membeli baju dan lain-lain. Tak lama setelah itu Oom ku sudah selesai dari pekerjaannya dan akhirnya kita pulang kerumah bersama.

Karena ibuku memiliki keluarga di Bali akhirnya aku dan kedua orang tuaku menginap di rumah nenek angkat ku, yang tak lain adalah ibu angkat dari ibuku. Sampai saat itu pun aku belum mengetahui apa alasan aku ke Bali. Dan pada saat orang tuaku berkumpul dengan keluarga lainnya yang ada di Bali ini, aku sedikit mendengar pembicaraan mereka. Ternyata mereka membicarakan tentang kematian nenek ku yang tragis. Aku pun sempat kaget mendengarnya, Karena jenazahnya baru ditemukan setelah beberapa hari meninggal. Aku tidak terlalu mengetahui tentang kronologis yang terjadi pada kematian nenek ku. Ibuku sangat sedih mendengarnya. Tapi yang namanya kematian tidak ada satu orang pun yang mengetahuiya. Jadi ikhlaskan saja.
Rencana aku dan orang tuaku di Bali hanya beberapa hari saja. Lalu Oom ku dan tante ku mengajakku dan kedua orang tuaku untuk menjelajahi kota Bali. Awalnya aku dan kedua orang tuaku hanya ingin bersilaturahmi dengan keluarga di Bali. Tetapi aku dan kedua orang tuaku beserta Oom dan tante ku malah berpergian untuk jalan-jalan.
Keesokan harinya Oom ku dan tante ku mengajak ku dan kedua orang tuaku ke Tanah Lot. Awalnya aku tidak tahu Tanah Lot itu apa. Ternyata ketika aku berkunjung kesana tempatnya indah. Disana terdapat goa, air suci, dan tempat-tmpat yang bagus untuk diabadikan dengan kamera. Waktu sudah sore menjelang malam dan akhirnya kita semua pulang ke rumah untuk beristirahat. Hari ketiga di Bali adalah hari terakhir ku dan kedua orang tuaku di Bali.
Karena hari terakhir di Bali dan besok sudah harus pulang ke Jakarta Oom ku mengajakku menjelajahi kuliner di Bali yang tak lain adalah babi guling. Awalnya Oom ku ingin sekali makan babi guling karena itu makanan kesukaan Oom ku. Tetapi aku tidak mau karena aku dan kedua orang tuaku beragama Islam sedangkan Oom ku beragama Hindu. Dari sore hingga malam hari tidak ada kuliner yang cocok di sekitar Denpasar. Akhirnya aku beserta keluargaku ke pasar. Tapi aku lupa nama pasarnya. Di sana dari ujung ke ujung isinya kuliner semua. Rasanya pengen aku cobain semua karena aromanya yang menggoda. Pasar itu sangat terjangkau harganya dan rasanya juga enak. Andai di Jakarta ada pasar seperti itu.

Dan akhirnya berakhirlah aku dan kedua orang tuaku di Bali dan besok harus segera ke Bandara Ngurah Rai untuk ke Jakarta.

Penulis : WENY TRI KOSRINITA
Pelajar kelas IX – 3
SMP AL AZHAR SYIFA BUDI

CIBINONG JAWA BARAT