Menyaksikan Sunrise Di Bromo Dan Gemerlap Bintang Di Malang Jawa Timur

Menyaksikan Sunrise Di Bromo Dan Gemerlap Bintang Di Malang Jawa Timur. Pagi-pagi sekali, Aku dan seluruh keluargaku sudah bersiap-siap, untuk pergi ke daerah Malang dan Surabaya tepatnya menyaksikan sunrise atau matahari terbit gunung Bromo yang legendaris itu. Rencananya keluarga besarku telah memesan satu bis untuk kami pergi. Pagi itu semua keluargaku repot sekali menyiapkan barang-barang yang mereka bawa. Untungnya aku telah menyiapkan barang-barang yang aku bawa tadi malam, jadi saat pagi aku hanya tinggal mandi dan bersiap-siap. Setelah semua keluargaku berkumpul, akhirnya pada jam 4 pagi kami pun berangkat.
Selama di perjalanan, aku melihat pemandangan yang sangat indah. Sawah membentang hijau, langit cerah dan banyak sungai-sungai yang masih bersih airnya, tidak seperti yang sering kulihat di depan kompleks rumahku yang airnya sangat keruh dan kotor. Tak lupa, di tengah perjalanan, saat aku mampir ke Semarang, aku menjemput salah satu saudara ku yang berada disana, karena hari keluargaku berangkat bertepatan dengan hari saudaraku pulang dari study tour di Semarang. Sekitar pukul 2 lewat kami pun sampai di daerah Jogja dan beristirahat serta ISHOMA disana. Karena perjalanan kami agak jauh, jadi shalat dzuhur pun aku jama’ dengan shalat ashar.
Saat kami sudah sampai perbatasan daerah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, aku melihat banyak orang sedang menggiring bebek-bebeknya kedalam kandang karena sudah hampir malam. Perjalanan yang kami lalui tidak macet sama sekali, itu karena kami tidak mengambil jalur yang kami lalui bukanlah jalur utama melainkan jalur alternatif atau jalur kampung. Pukul 4 pagi, kami pun sampai di Surabaya dan menemui salah satu keluargaku di sana, sekalian silaturahim dan mengajaknya ke Bromo, dan beruntungnya dia mau ikut.
Kami pun melanjutkan perjalanan pada pukul 9 pagi setelah istirahat dan sarapan di rumah saudaraku.Berbeda dengan perjalanan sebelumnya, kali ini perjalanan agak macet karena melewati jalur utama. Jalan berlika-liku pun kami lalui untuk menuju villa yang sudah kami sewa sebelumnya, kebetulan villa tersebut berada di dekat gunung Bromo yang kami tuju.
Sekitar pukul 4 sore lewat 30 menit, pada saat di tengah perjalanan, tiba-tiba ada bagian jalanan yang longsor. Untunglah supir bis kami tahu ada jalan yang longsor, jadi supir kami segera mengerem. Kami semua pun turun dari bis dalam keadaan yang sedikit panik. Karena apa? Karena bis kami terjebak longsor persis di jalan yang sedang menanjak. Untunglah rem bis tersebut sangat pakem atau kuat sehingga dapat mampu menahan beban setidaknya untuk bis itu sendiri.
Akhirnya Pakde ku menelepon pihak villa untuk menjemput kami semua menggunakan beberapa mobil jeep yang di sediakan. Sembari menunggu mobil jeep menjemput kami, aku dan saudaraku yang berasal dari Surabaya bernama Adi membeli syal yang terbuat dari benang wol berwarna hitam, aku pun dibelikan. Aku dan Adi memang sangat dekat, Adi sudah seperti kakak laki-laki ku sendiri, bahkan saat kami “selfie” ada yang bilang kami seperti orang pacaran. Aku dan Adi pun tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
 Saat menunggu mobil jeep pula, kami dapat merasakan udara dingin mulai menghampiri dan melihat Sunset yang indah dari bukit tersebut. Belum juga sampai di gunung Bromo tapi kami sudah dapat meraskan indahnya Negeri Indonesia ini. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya mobil jeep pun datang dan kami semua melanjutkan perjalanan kami ke villa yang disewa tersebut, dan beristirahat di sana,semua orang sangat lelah dan memutuskan untuk tidur lebih cepat.
Esok harinya, aku dibangunkan oleh ibuku untuk bersiap-siap menuju Gunung Bromo. Jam dinding masih menunjukan pukul 3 pagi. Tetapi, keluargaku sudah bersiap menuju Bromo. Kami berangkat menggunakan jeep yang menjemput kami kemarin. Setelah 20 menit kemudian kami sampai di titik pertama yaitu Bukit Cinta. Kami pun mendakinya.
Adi bilang kalau sedang mendaki, buka saja mulutmu lebar-lebar untuk mengambil nafas. Aku sih percaya saja, karena Adi seudah sering mendaki gunung. Gunung Rinjani pun sudah ditaklukannya. Kami mendaki sekitar 20-30 menit. Saat sampai di atas, udara dingin langsung menerpa tubuhku. Berbeda dari gunung-gunung yang sudah kukunjungi sebelumnya, Bromo dinginnya minta ampun!. Aku sudah memakai syal, jaket, sarung tangan dan kaus kaki yang tebal. Tapi tetap saja udara dingin membuatku menggigil.
Saat di atas bukit, banyak orang yang sudah bersiap untuk melihat Sunrise. Ada yang membawa kamera, sampai yang membawa arang dan kayu untuk menghangatkan diri juga ada. Agak lama memang menunggu matahari terbit disini. Tetapi aku tidak bosan karena aku bisa melihat keindahan alam Bromo yang indah
Akhirnya, yang di tungggu pun tiba. Sang mentari yang tampak berwarna merah ke-oranye pun bersinar di balik jajaran Gunung-gunung Bromo yang gagah. Saat itu, perasaan ku sangat damai dan hangat. Kata orang, jarang matahari terbit seperti itu. Kadang cuaca mendung, bahkan hujan, jadi tak jarang orang bisa gagal menyaksikan Sunrise. Banyak orang berfoto di bukit tersebut. Bahkan yang melakukan Pre-Wedding juga ada. Udara dingin pun berganti dengan hangatnya sinar matahari. Tetapi sayang, karena kami tidak bias berlama-lama di bukit tersebut karena harus melanjutkan perjalanan ke Bromo.
Kami pun turun dari bukit dan menaiki jeep tadi. Jalan berlika-liku pun kembali kami lalui untuk menuju Gunung Bromo. Aku dan keluargaku terkesima, saat sampai di area Lautan Pasir Berbisik. Dinamakan pasir berbisik,itu karena pasir yang tertiup angin seolah-olah berbisik pada kami. Seperti membisikan sesuatu. Banyak juga pemuda dari suku Tengger mengendarai kuda dengan lincahnya. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan.
Kami mengunjungi tempat yang disebut masyarakat sekitar sebagai Bukit Telletubies. Memang lucu namanya. Bukit ini  dinamakan begitu karena mirip dengan bukit yang ada di bukit Telletubies. Hanya saja lebih tinggi. Kami pun bermain alang alang dan berfoto di sana. Bunga-bunga disana aneh-aneh bentuknya. Tak seperti bunga yang sering ku lihat di gunung lainnya. Contohnya, bunga Daisy yang dikeringkan. Konon kata abang penjualnya, bunga ini bisa tahan selama 5 tahun. Aku pun membelinya satu rangkai. Di sana juga ada yang menyewakan kuda untuk mendaki bukit tersebut. Tetapi jangan coba-coba mendekati kuda yang sedang marah. Atau kita akan terkena “salam kenal” dari kuda berupa sepakan kaki belakangnya. Seperti adik sepupuku yang menangis akibat sepakan kuda.
Setelah menenangkan adik sepupuku, aku dan keluargaku memutuskan untuk kembali ke villa karena cuaca berubah gerimis dan mendung. Dengan  sangat terpaksa, aku pun menurutinya. Padahal aku masih ingin berada disana. Menikmati keindahan gunung Bromo. Akhirnya kami sampai di villa.
Aku pun bersiap-siap untuk mandi karena sudah satu hari aku tidak mandi. Ketika aku sedang mandi, tiba-tiba water  heaternya mati. Jadi, aku terpaksa menggunakan air dingin ketika mandi yang dinginnya seperti air kulkas. Aku pun kapok mandi lagi di villa itu. Bahkan Adi saja jadi tidak mau mandi mendengarkan ceritaku. Jadi menyesal menceritakanya pada Adi. Tetapi saat aku selesai mandi, sudah terhidang susu, teh ,kopi dan lauk pauk untuk sarapan. Jadi aku langsung melahapnya. Begitu pula dengan semua keluargaku. Karena kelelahan,aku pun tertidur.
Siang harinya, aku terbangun karena mendengar azan dzuhur berkumandang. Aku pun segera melaksanakan shalat dzuhur. Setelah itu, aku berkemas dan merapihkan barang-barangku. Karena tidak menemukan kegiatan yang menarik, aku pun menonton televisi.
Sorenya, keluargaku merencanakan akan ada api unggun di halaman villa karena halamannya luas. Aku pun diajak oleh Adi untuk keluar mencari jagung,sosis dan beberapa marshmallow. Kami berdua pun keluar dan aku dibelikan berbagai cemilan olehnya.
Setelah itu kami kembali dari warung dan melanjutkan obrolan-obrolan kami. Malam harinya, kami pun mengadakan api unggun yang dibilang tadi. Walaupun udara berubah menjadi dingin tetapi tetap hangat karena api unggun. Aku pun mengeluarkan jagung, sosis dan beberapa kantong marshmallow yang tadi ku beli bersana Adi dan segera membakarnya. Enak sekali rasanya. Karena sudah malam kami pun tertidur pulas di villa tersebut.
Besoknya, keluargaku memutuskan untuk tidak kemana-mana hari ini untuk istirahat total setelah perjalanan panjang kami. Aku  pun hanya membereskan barang-barang ku hari ini.
Setelah satu hari penuh beristirahat, keluarga ku pun memutuskan untuk pulang menuju lokasi bis yang kami tinggalkan kemarin. Setelah sampai di bis tersebut dan berangkat, kami memutuskan untuk mampir ke restoran di dekat sana karena sudah waktu makan siang. Aku juga sempat membeli oleh-oleh disana. Kami pun mengantar keluarga Adi ke rumahnya sebelum melanjutkan perjalanan ke Malang dan sebelum pulang ke Jakarta.
Aku pun bertanya pada Adi apa dia mau ikut ke Malang. Dia bilang “Ngga mau, aku ada tugas kuliah” ya sudah deh, tak ada perpisahan haru yang ada hanya canda tawa.kami pun pamit dengan keluarga Adi. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Malang. Perjalanan agak macet karena banyak orang yang ingin ke Malang. Aku tiba di Malang agak sore menjelang malam.
Aku dan keluargaku memutuskan mampir ke kawasan Batu NightSpektakuler. dinamakan Night di kata tengahnya, karena kawasan ini hanya buka setiap malam saja. Taman ini merupakan taman lampion. Banyak lampion yang sangat indah berjejer dimana-dimana. Mulai dari yang kecil sampai yang membentuk Balon udara dan menara Eiffel juga ada. Ada juga lampion di tengah sungai berbentuk bunga teratai yang bisa di naiki oleh para pengunjung. Kami pun sempat berfoto di lampion yang berbentuk kereta kuda besar yang ada di film Cinderella. Rasanya seperti bintang-bintang yang turun ke bumi. Kami memutuskan untuk tidak mengunjungi Jatim Park dan Taman Buah lainnya karena hari sudah malam. Kami pun kembali ke bis kami dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Karena kelelahan aku pun tertidur pulas di bis.
Esok paginya aku terbangun dan sudah ada di Jakarta. Liburan kali ini terasa seperti bermimpi 2 hari di Jawa. Menyaksikan Sunrise Di Bromo Dan Gemerlap Bintang Di Malang Jawa Timur.
NAMA : SHALINA NATHANIA MARCELLINY
KELAS : IX – 3
SMP AL – AZHAR SYIFA BUDI CIBINONG

 

BOGOR – JAWA BARAT