Sekelumit Kisah Menggapai Semeru Puncak Para Dewa

Sekelumit Kisah Menggapai Semeru Puncak Para Dewa. Telah begitu lama saya mengidam-idamkan pendakian ke gunung Mahameru atau lebih dikenal dengan Semeru yang mendapat julukan puncak para dewa. Gunung yang memiliki ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut ini merupakan tertinggi di pulau Jawa dan status nya masih aktif. Uniknya kesempatan itu akhirnya datang justru ketika rekan-rekan tim futsal mengajak untuk mendaki ke Semeru. Kebetulan diantaranya sudah pengalaman ke sana.

semeru-00-copy

Namun rencana perjalan ke Semeru ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Banyak faktor yang harus dipersiapkan. Dan yang paling menonjol adalah waktu dan dana. Ya, waktu yang dibutuhkan minimal 4 hari. Mulai dari Jakarta ke Malang, pendakian dan kembali ke Jakarta. Lalu dana yang dibutuhan tidak sedikit juga. Tidak terasa 1 bulan berlalu sejak ajakan pertama dan saya mulai pesimis sepertinya bakal batal. Entah bagaimana ceritanya ketika sehabis latihan futsal, seorang diantara kami langsung mengatakan akan berangkat ke Semeru di bulan depan. Dari 20 orang ternyata cuma 5 orang saja yang siap diantaranya tentu saja saya. Dan ketika menjelang waktu keberangkatan anggota bertambah menjadi sembilan orang.

Akhirnya perjalanan yang direncanakan dan impikan sejak lama itu tiba. Inilah sekelumit kisah menggapai puncak Semeru

Tiba di stasiun kota Malang menempuh perjalan kira-kira 16 jam dari Jakarta

semeru-1-copy

Dilanjutkan naik angkot, kalau orang Malang menyebutnya mikrolet menuju Tumpang

semeru-2-copy

Bergaya dulu di depan kantor desa Tumpang

semeru-3-copy

Menaiki jip untuk menuju Ranu Pane yang berada di 2200 meter di atas permukaan laut dan merupakan desa terakhir jalur pendakian

semeru-4-copy

Selamat datang Ranu kumbolo (2400 mdpl)

semeru-6-copy

 

Oro-oro ombo

semeru-8-copy

 

Bertemu kera saat perjalanan menuju Cemoro kandang

semeru-9-copy

 

Setelah bermalam di Pos kalimati (2700 mdpl), persiapan menuju puncak jam 02 pagi.

semeru-10-copy

 

Dan akhirnya kami dapat menapakkan kaki di puncak Semeru

semeru-11-copy

Inilah Sekelumit Kisah Menggapai Puncak Semeru.  Mengapa saya hanya memberi judul sekelumit karena bila dijabarkan semua cerita dan kesan selama perjalanan tidak akan cukup dalam satu buku saja perlu berpuluh-puluh buku untuk menuangkannya. Mulai dari cerita yang biasa hingga luar biasa. Demikian dari kami semoga bermanfaat bagi pembaca.

Terima kasih kepada Teguh dan rekan-rekan atas kontribusinya. Salam.