Persahabatan Dinda Dengan Lily Dan Perubahan Sifat Nia | Bagian 1

Suatu hari ada seorang anak bernama Dinda dia selalu diejek dan dikucilkan. Suatu hari dia bertemu dengan salah satu teman sekelasnya, dia berkata “hei Dinda, apa kelebihanmu?  Kau sama sekali tidak memiliki kelebihan, kau gendut, jelek, dan pendek hahaha….” Teman sekelasnya itu bernama Nia, dia adalah orang yang paling membenci Dinda dari siapa pun. Dinda hanya diam dan menengok kedepan. Nia berkata “hei aku sedang bicara padamu jelek!!!” sambil menginjak kaki Dinda. Dinda berkata “apa kau tidak pernah puas mengejekku, aku tidak pernah melakukan hal apapun padamu!” teriak Dinda pada Nia sambil terus  merasa kesakitan, Dinda pun berteriak “toloooooong…!!!”. Nia pun mengangkat kakinya dari kaki Nia “awas kau ya…”ancam Nia, dia pun pergi . “huh” ucap Dinda kesal.

persahabatan

Sesampai di sekolah, Lily menyapa Dinda ” hai Nia” Lily adalah teman satu satunya Dinda yang paling baik, paling setia dan paling dekat dengan Dinda. Dinda membalasnya ” hai juga , masuk kelas yuk”  mereka pun masuk kelas.

Triiingggg…. bel pulang pun berbunyi. Dinda pulang dengan supir pribadinya. Sesampainya di rumah dia berkata pada bibi Inem ( pembantu rumah Dinda) “Bi ibu sudah pulang?  ” belum neng paling bentar lagi sampai”

Teeteeeeet….. suara klakson mobil ibu Dinda. Dinda pun langsung menyamperin ibunya. ” Dinda kamu udah pulang ? tanya ibu Dinda. Udah Bu, ibu dari mana tanya Dinda pula. ” Ibu dari butik,  oh iya nanti papa lembur ada klien dari jepang” jelas ibu,” ya bu, dinda tidur siang dulu ya Bu” ucap dina sambil melangkah ke kamar tidurnya

Rumah dinda cukup  besar, halaman depannya cukup luas dihiasi dengan taman yang cantik yang penuh dengan bunga2 yang indah, tedapat juga kolam renang yang luas, maklum saja ayah dan ibunya adalah pengusaha yang suses.

Sore hari Dinda pun terbangun dari tidurnya. Azan Ashar berkumandang, dia bergegas ngambil air wudhu untuk melasanankan shalat ashar. Dalam doanya Dinda tak lupa berdoa semoga kedua orang tuanya selalu diberikan kesehatan, dan semoga mereka selalu hidup bahagia selamanya. Tiba2 saat Dinda ingin merapihkan mukenanya, Dinda mendapatkan sebuah kertas yang jatuh dari tasnya, Dinda pun membacanya disitu tertulis “kau akan sengsara!!!” Dinda kaget,dia curiga bahwa surat itu dibuat Nia,yang dibuat Nia untuk menakut nakuti Dinda.Dinda pun membuang surat itu sambil berkata “Nia…Nia, kamu gak pernah kapok, kadang-kadang mengejek, lalu ngerjain kadang-kadang juga mengancam atau menakut-nakuti huh capek banget!!!” Dinda pun membuang nya sambil merasa kesal.

Selesai shalat Dinda ingat akan temannya Lily  yang kebetulan mereka adalah tetanggaan. Dinda mengambil handpone miliknya dan mengirimkan pesan singkat pada lily untuk mengajak Liily main sepeda keliling komplek perumahan. Lily membalas sms Dinda dengan menyetujui ajakan Dinda. Mereka janjian di taman perumahan. Mereka sangat senang bermain sepeda keliling komplek, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17.00, mereka pun pulang, mandi dan siap-siap untuk shalat maghrib di masjid.

Selasai sholat mereka langsung pulang. Sampai dirumah ibu Dinda sudah menunggu untuk makan malam. ” Dinda sudah pulang yuk kita makan malam malam” ajak sang ibu” iya Bu” jawab Dinda

Selasai makan mereka masuk kamar masing-masing. Di dalam kamar Dinda langsung mengambil tas sekolahnya dan mengerjakan tugas sekolah yang diberikan gurunya. Habis mengerjakan tugas  sekolah Dinda sangat ngantuk dan langsung tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *