Perjalanan Mendaki Gunung Lawu Lewat Jalur Candi Cetho

Perjalanan Mendaki Gunung Lawu Lewat Jalur Candi Cetho. Gunung Lawu merupakan gunung yang masih aktif dan salah satu dari  7 gunung tertinggi di Jawa. Ada 3  jalur  pendakian untuk mencapai puncaknya yaitu candi Cetho, Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu. Walaupun banyak yang rekomendasikan lewat jalur Cemoro Sewu  namun kami memilih jalur Candi Cetho karena beberapa rekan tim telah memiliki pengalaman melalui jalur ini.

Perjalanan kami awali dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Pasar Senen untuk naik kereta jurusan Solo Jebres. Berangkat jam 5 sore dari Senin dan tiba di Solo Jebres jam 3 pagi. Lalu dilanjutkan menggunakan angkutan umum ke Base Camp Ceto Karang Anyar. Tiba di sana jam 7 pagi. Di Base Camp Ceto kami melapor dan mengurus segala kelengkapan administrasi sekaligus beristirahat sejenak sebelum memulai pendakian.

Seperti umumnya sebuah jalur pendakian, Gunung Lawu juga memiliki beberapa pos mulai dari bawah hingga puncak. Terdapat 6 pos yang akan kita lewati. Berikut adalah pos-pos yang kita lewati beserta waktunya.

Base Camp Ceto – Pos 1 (08.00 – 10.00)

Pos 1 – Pos 2 (11.00 – 12.00)

Pos 2 – Pos 3 (13.00 – 15.00)

Pos 3 – Pos 4 (16.00 – 17.00)

Pos 4 – Pos 5 (17.00 – 18.00)

Pos 5 (Bulak Peperangan)

Di pos 5 ini mendirikan tenda dan berencana akan menginap 1 malam.

Dari camp Pos 5 kami melanjutkan perjalanan pada pukul – 07.30 dan tiba di Gupakan Menjangan pada pukul 11.00 yang memiliki Sabana padang rumput yang indah

Dan inilah Pasar Dieng yang menjadi lokasi paling terkenal dengan aura mistiknya

Salah satu keunikan dari pendakian Gunung Lawu adalah adanya sebuah warung legendaris yang menyediakan aneka kuliner tradisional jawa, namanya Warung Mbok Yem. Jam menunjukan pukul 11.30. di sini disebut juga pos 6 atau pos terakhir.

Akhirnya kami menginjakan kaki di Puncak Gunung Lawu tepat pukul 13.00.

Kami tidak terlalu lama di Puncak dan jam 2 siang memutuskan untuk turun melalui jalur Cemoro Sewu dan akhirnya tiba di Base Camp Cemoro Sewu Magetan 6 sore. Alhamdulilah kami berkesempatan menikmati puncak Lawu yang menawan. Walaupun banyak cerita dan kisah beredar di kalangan masyarakat tentang daya mistiknya namun berbekal niat baik dan tulus untuk tidak mengganggu dan merusak alam dan lingkungannya, kita akan selalu mendapatkan perlindungan dari Yang Maha Kuasa.

Demikian artikel Perjalanan Mendaki Gunung Lawu Lewat Jalur Candi Cetho. Semoga bermanfaat dan menjadi referensi pengetahuan bagi rekan-rekan semua.

Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah berkontribusi : Awal, Dede, Sutis, Tri, Jaya, Denis, Muklis, Sakti, Dian, Boby, Ari dan Devi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *