Kunjungan Singkat Ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Kunjungan Singkat Ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Setelah sempat gagal masuk ke dalamnya pada kunjungan pertama akhirnya jadi juga ketika ada kesempatan untuk datang kembali. Kita melapor terlebih dahulu di pos keamanan, dengan ramah petugas menunjukan arah menuju perpustakaan.

Pertama kita akan memasuki sebuah gedung yang berisi koleksi foto dan display yang berisi sejarah tentang aksara di Nusantara.

Ini dia gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang baru

Berikut adalah lantai-lantai yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Lantai 1 : Lobby Hall & Display

Lantai 2 : Lantai Keanggotaan & Penelusuran Informasi

Lantai 3  : Zona Promosi Budaya Gemar Membaca

Lantai 4  : Area Pameran & Kantin

Lantai 5  : Perkantoran

Lantai 6  : Data Center & Musholla

Lantai 7  : Layanan Koleksi Anak, Lansia Dan Disabilitas

Lantai 8  : Layanan Koleksi Ausio Visual

Lantai 9 : Layanan Koleksi Naskah Nusantara

Lantai 10 : Penyimpanan Koleksi Deposit

Lantai 11 : Penyimpanan Koleksi Monograp Tertutup

Lantai 12  : Ruang Baca Koleksi Deposit

Lantai 13 : Ruang Baca Koleksi Monograp Tertutup

Lantai 14  : Layanan Koleksi Buku Langka

Lantai 15  : Layanan Koleksi Referens

Lantai 16 : Layanan Koleksi Referens

Lantai 17 : AIPI

Lantai 18 : AIPI

Lantai 19  : Layanan Multi Media

Lantai 20  : Layanan Koleksi Berkala Mutakhir Dan Ilmu Perpustakaan

Lantai 21  : Layanan Koleksi Monograf Terbuka

Lantai 22  : Layanan Koleksi Monograf Terbuka

Lantai 23  : Layanan Koleksi Mancanegara Dan Majalah Tertutup

Lantai 24  : Layanan Koleksi Budaya Nusantara Eksekutif Lounge

Kami berada di lantai satu terdapat lukisan para presiden kita dilengkapi dengan kolekasi bukunya.

Lalu naik ke lantai 2 untuk menitipkan tas di loker. Terlihat cukup banyak yang mengantri untuk menjadi anggota.

Setelah itu kami menuju lantai 7 yang merupakan koleksi anak. Agak terkejut juga begitu melihat dalamnya karena buku yang tersedia tidak sebanyak yang kami bayangkan.

Sebenarnya ingin menelusuri semua lantai yang ada dan melihat koleksinya namun kami batalkan karena menunggu lift nya terlalu lama sedangkan tangga atau eskalator tidak ada.

Ya mungkin ini saja sekelumit cerita yang dapat kami bagikan kepada rekan-rekan. Semoga bermanfaat dan terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *