Penyesuaian Diri Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya | Pelajaran IPA SD Kelas 5

Penyesuaian Diri Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya | Pelajaran IPA SD Kelas 5.

Penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya disebut adaptasi. Adaptasi bertujuan untuk mencari makanan dan melindungi diri dari musuhnya. Adaptasi pada makhluk hidup digolongkan menjadi 3 bagian yaitu:

a. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku merupakan penyesuaian berupa perubahan tingkah laku. Contohnya adalah cicak yang memutuskan ekornya saat ditangkap musuh, putri malu mengatupkan daunnya bila disentuh

b. Adaptasi Morfologi

Adapatasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Contoh kaki berselaput pada bebek dan antena semut

c. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Contoh bunga rafflesia mengeluarkan enzim untuk menarik serangga, kantong semar mengeluarkan enzim untuk membunuh serangga

 

Penyesuaian Diri Hewan Terhadap Lingkungan

  1. Penyesuaian Bentuk Tubuh Terhadap Lingkungan

 

a. Burung / aves

Berdasarkan lingkungan dan kenis makanan yang dimakannya, bentuk kaki burung atau aves dikelompokkan menjadi 5 yaitu:

 

BENTUK KAKI BURUNG CIRI-CIRI CONTOH
pejalan kaki memiliki 3 jari menghadap ke depn dan satu jari bagian belakang tidak tumbuh sempurna Ayam dan burung unta
perenang jari kaki berselaput itik dan angsa
pencengkeram jari kaki pendek, kuku melengkung tajam, dan cakar kuat untuk mencengkeram burung elang dan rajawali
pemanjat terdiri atas 4 jari, dengan 2 jari berada di depan dan 2 jari lainnya berada di belakang burung pelatuk
petengger jari kaki panjang dan telapak kakinya datar untuk bertengger di ranting-ranting pohon kutilang dan kenari

 

Selain bentuk kaki, bentuk paruh juga bermacam-macam disesuaikan dengan makanannya.

BURUNG CIRI PARUH
Burung elang paruh tajam, kuat runcing dan agak membengkok untuk mengoyak makanan yang berupa daging
burung kolibri paruh pendek, tebal dan runcing untuk memcah biji-bijian seperti padi
burung pelikan paruh panjang, ramping, agak melengkung, berfungsi seperti pipet yang dapat menyedot madu
burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang, tajam dan runcingyang memudahkannya dlam memahat kayu pada pohon dan menangkap serangga yang bersembunyi dibalik kulit kayu atau batang kayu yang lapuk
bebek paruh sepertu sudu dan pangkal bergerigi berguna untuk menyaring makanan dari air dan lumpur
ayam paruh pendek, tebal dan runcing yang memudahkannya dalam memakan biji-bijian dan cacing

 

b. Serangga

Serangga menyesuaikan bentuk mulutnya untuk memperoleh makanan. Mulut serangga dibagi menjadi 4 berdasarkan jenis makanannnya, yaitu:

  1. Mulut penghisap. Bentuknya seperti belalai yang dapat digulung dan dijulurkan. Contoh kupu-kupu
  2. Mulut penusuk dan penghisap, bentuk tajam dan panjang seperti nyamuk
  3. Mulut penyerap, pada serangga memiliki ciri terdapatnya alat penyerap yang mirip spon (gabus). Alat ini digunakan untuk meyerap makanan terutama yang berbrntuk cair. Contoh lalat
  4. Mulut penggigit – pengunyah

Mempunyai gigi-gigi yang kecil di mulut untuk menggigit dan mengunyah makanan. Seperti daun. Contoh jangkrik dan belalang

  1. Mulut penghisap – pengunyah

Mempunyai lidah yang panjang berfungsi menjilat makanannya berupa nektar pada bunga. Contohnya lebah

 

c. Unta

Unta hdup di padang pasir dengan kekurangan air, sehingga unta menyesuaikan  diri dengan lingkngan yang kering dengan cara meminum dalam jumlah banyak dalam yang singkat. Menyimpan cadangan air di punuk. Unta juga mempunyai kaki yng besar dan kuat untuk berjalan di atas pasir. Bulunya tebal untuk melindungi diri dari cuaca yang dingin pada malam hari dan memiliki bulu mata yang dapat mengait untuk melindungi diri dari debu pasir

d. Kelalawar

Kelalawar mempunyai kemampuan untuk mengetahui lingkungan sekitar dengan menggunakan sistem sonar yang dikenal dengan istilah ekolokasi

 

  1. Penyesuaian Tingkah Laku Hewan Terhadap Lingkungan

 

  1. Bunglon, melindungi diri dengan mengubah wara tubuh sesuai dengan lingkungannya yang disebut mimikri
  2. Kalajengking menggunakan sengatnya ynag mengandung racun yang dapat membunuh. Contoh lain hewan yang melindungi diri dengan sengatnya adalah kelabang, lebah dan ular
  3. Cumi-cumi menyemburkan cairan seperti tinta ke dalam air, sehingga musuh yang menyerangnya tidak dapat melihatnya dan ia dapat berenang dengan cepat untuk menghindari musuhnya tersebut
  4. Siput memasukkan tubuhnya ke dalam cangkang yang keras dan kuat. Contoh hewan lain yang bercangkang adalah kura-kura dan penyu
  5. Cecak memutuskan ekornya. Bagian ekor yang putus ini dapat bergerak-gerak sehingga mengalihkan perhatian musuhnya. Saat itulah ia pergi melarikan diri
  6. Ikan paus bernafas menggunakan paru-paru, padahal paru-paru tidak dapat mengambil oksigen dari aiir. Kurang lebih setiap 30 menit muncul kepermukaan air untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Ketika muncul ke permukaan air laut, paus mengeluarkan sisa pernapasan berupa karbon dioksida dan uap air yang sudah jenuh dengan air sehingga terlihat seperti air mancur
  7. Walang sangit mengeluarkan bau busuk untuk mengusir musuhnya
  8. Belalang daun jika berada di pohon sulit dibedakan dengan daun karena berawarna hijau dan berbentuk pipih dengan sayap yang lebar sehingga menyerupai daun
  9. Landak melindungi diri dari musuhnya dngan cara mengembangkan durinya yang kaku
  10. Luwing dan trenggiling akan menggulung tubuhnya untuk menghindari bahaya
  11. Merak melindungi diri dari musuhnya dnegan memberi kejutan uuntuk menakuti musuh yang dikenal dengan kemampuan aposematik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *