Kenampakan Alam Negara-Negara Tetangga | Pelajaran IPS SD – bagian 2

Kenampakan Alam Negara-Negara Tetangga | Pelajaran IPS SD – bagian 2

Sebelum melanjutkan simak terlebih dahulu materi bagian – 1

7. Kamboja

Kamboja merupakan salah satu negara miskin di Asia Tenggara karena sering terjadi konflik. Ibukotanya Pnhom Penh. Batas sebelah utara : Thailand, Laos, sebelah selatan : Laut Cina Selatan, sebelah barat : Thailand, sebelah
timur : Vietnam. Kepala negaranya raja. Mata uangnya Reil. Sungai yang mengalir di Kamboja adalah sungai Mekong. Iklimnya tropis. Penduduknya adalah suku Khmer. Kamboja adalah negara agraris dengan hasil utama padi, jagung, kedelai dan lada

8. Laos

Laos beribukota di Vientien. Batas sebelah utara : Myanmar, RRC, Vietnam, , sebelah selata : Thailand, Kamboja, sebelah barat : Thailand, sebelah timur : Vietnam. Kepala negatanya prersiden. Mata uangnya Kip. Laos tidak
memiliki lautan. Oleh sebab itu, Laos disebut “The Lord Locked Country”. Iklimnya tropis. Penduduknya adalah suku Lao. Laos merupakan negara agraris dengan hasil utama padi, jagung, dan tembakau. Negara ini juga mengekspor timah, kayu dan kulit binatang.

9. Filiphina

Filipina adalah negara kepulauan. Filipina terdiri atas dua pulau besar, yaitu Luzon dan Mindanao. Ibukotanya Manila. Batas sebelah utara : laut Filipina, sebelah timur : samudera pasifik, sebelah selatan : laut Sulawesi, laut Sulu dan sebelah berat : Laut Cina Selatan. Mata uangnya Peso. Bahasa Tagalog. Kepala negaranya presiden. Penduduk Filipina adalah negara agraris. Di Filipina terdapat IRRI ( International Research Rie Institute) yaitu lembaaga riset padi internasional di kota Los Banos.

10. Timor Leste

Negara ini pernah menjadi bagian wilayah Indonesia. Ibukotanya Dili. Kepala negaranya presiden. Mata uangnya Dolar AS. Wilayahnya sebagian besa pegunungan. Iklimnya tropis. Negara ini sedang bersusah payah membangun negaranya.

11. Papua Nugini

Papua bugini terletak di bagian timur pulau Papua. Bahasa resmi bahasa Inggris, namun banyak penduduk yang belum mampu menggunakannya. Seagai lingua franca, penduduknya menggunakan bahasa Tok Pisin. Etnis
mayoritasnya Melanisia dan Papua. Mayoritas penduduknya menganut agama protestan atau katolik. Keadaan alam Papua Nugini mirip dengan provinsi Papua. Sebgaian besar wilayahnya tertutup hutan hujan tropis, da rawa-rawa di bagian pantai. Wilayah Papua Nigini dikelilingi karang koral yang dijaga ketat untuk kelestariannya.

Masalah sosial yang dihadapi oleh Indonesia dan negara tetangga adalah kemiskinan, kejahatan, kebodohan, kependudukan dan lingkungan hidup.

C. Gejala Alam Di Negara Tetangga

Negara Indonesia dilalui oleh dua rangkaian pegunungan muda sekaligus yaitu sirkum mediterania dan sirkum pasifik. Akibatnya Indonesia sering terjadi letusan gunung berapi. Pada umumnya negra tetangga Indonesia memiliki kondisi alam yang mirip dengan Indonesia sehingga beberapa gejala alam yang terjadi pun mirip dengan yang terjadi di Indonesia.

Bencana alam dapat disebabkan faktor alam dan faktor manusia. Bencana karena faktor alam tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Bencana kareena manusia dapat terjadi akibat penebangan hutan secara liar, ladang berpindah, membuang sampah sembarangan dan penambangan liar.

Beberapa bencana alam tersebut adalah sebgai berikut:

a. Gempa Bumi Dan Tsunami

Gempa bumi adalah persitiwa goncangan atau pergeseran lapisan kerak bumi karena adanya tenaga dari dalam bumi. Gempa bumi ini dapat juga menimbulkan tsunami. Tsunami adalah gelombang laut dnengan kecepatan
tinggi yang ditimbulkan oleh gangguan yang besifat tiba-tiba dari dasar laut.
Berdasarkan penyebabnya, gempa bumi dibedakan menjadi 3 macam

  1. Gempa tektonik : gempa yang disebabkan oleh tabrakan
    lempeng bumi
  2. Gempa vulkanik : gempa yang disebabkan oleh aktivtas
    gunung berapi
  3. Gempa terban : gempa yang disebabkan oleh runtuhnya gua
    atau tanah

Besar kecilnya gempa dapat diukur menggunakan seismograf, adalah skala Ritcher. Pusat gempa bumi dapat berada di dalam permukaan bumi (hiposentrum) dan berada di atas permukaan bumi (episentrum). Gempa bumi juga rawan
terjadi di Indonesia karena adanya pertemuan 2 lempeng. Yaitu lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Gempa terbesar di Indonesia adalah gempa bumi di Aceh yang menyebabkan tsunami di tahun 2004.

Gempa bumi di Jepang yang berskala 9,0 skala ritcher juga menimbulkan geombang tsunami di sepanjang pesisir timur Jepang.

Cara menghadapai gempa bumi dan tsunami antara lain:

  1. Membuat rumah atau bangunan yang sesuai dengan standar dan tahan terhadap gempa
  2. Mengikuti penyuluhan tentang bencana alam yang diadakan pemerintah atau lembaga terkait
  3. Mempersiapkan anggota keluarga untuk menghada[i keadaan darurat
  4. Membentuk kelompok-kelompok siaga masyarakat
  5. melestarikan hutan mangrove

2. Gunung Meletus

Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi yakni sekitar 1000oC. Cairan magma yang keluar dari dalam perut bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700 – 1200 oC.

Cara menghadapi gunung meletus antara lain:

  1. Masyarakat di sekitar gunung berapi harus mengetahui secara pasti tempat dan jalur evakuasi. Tempat penampungan atau barak beserta jalur evakuasi harus dirawat dan dalam kondisi siap pakai
  2. Masyarakat harus mengnali tanda-tanda terjadinya bencana gunung berapi. Misalnya turunnya binatang dari puncak atau menyengatnya bau belerang
  3. Masyarakat harus mematuhi pengumuman dari instansi berwenang

3. Angin Topan

Angin topan adalah angin yang memiliki pusaran dengan kecepatan tinggi lebih dari 120 km/jam. Penyebabnya adalah perbedaan tekanan udara cukup besar antara 2 daerah. Selain angin topan ada juga angin jatuh (angin fohn). Angin jatuh adalah angin yang berhembus ke atas puncak pegunungan dengan suhu yang terus berkurang dan berembus turun sepanjang lereng gunung dengan suhu yang terus naik dengan kelembaban rendah.

Contohnya di Indonesia sebagai berikut :

  • Angin gending (probolinggo)
  • Angin kumbang (brebes)
  • Angin brubu (makasssar)
  • Angin bahorok (deli)

Cara menghadapi angin topan antara lain:

  • Membuat bangunan yang kuat dari sisi rancang bangun dan tahah terhadap tiupan atau pusaran angin
  • Mengurangi pengunaan bahan-bahan yang mudah terbang dalam pembuatan rumah atau bangunan
  • Menggalakkan penghijauan untuk mengurangi dan meredm angin

4. Perubahan Iklim Karena Angin

Di Indonesia terdapat angin yang bertiup dan mempengaruhi musim yaitu angin muson.

a. Angin Muson Barat Laut

angin muson barat berdifat lembab dan membawa banyak uap air dari samudera pasifk. Angin ini menyebabkan terjadinya musim hujan di Indonesia. Bila angin bertiup terus menerus dapat menyebabkan hujjan berkepanjangan
akibatnya terjadi banjir

b. Angin Muson Tenggara

angin muson tenggara bersifat kering. Angin ini bertiup dari benua australia. Angin ini menyebabkan terjadinya musim kemarau. Bila angin ini bertiup lama dapat menyebabkan bencana kekeringan.

5. Banjir

Curah hujan negara di Asia Tenggara cukup tinggi sehingga memungkinkan tejadinya bencana banjir.

Cara menghadapi banjir:

  1. Membiasakan hidup bersih dan sehat. Buanglah sampah pada tempatnya
  2. Tidak membangun ruma di bantaran sungai. Masyarakat harus membersihkan sungai secara teratur

6. Siklon Tropis

Siklon tropis adalah peristiwa alam yang sering malanda negara-negara tetangga. Contoh siklon tropis yang melanda daerah tetangga seperti

  1. Taifun (Filipina)
  2. Nargis (Myanmar)
  3. Lekima (Vietnam)
  4. Willy (Australia)

7. La Nina Dam El Nino

La nina adalah proes mendinginnya suhu permukaan air laut di bawah rata-rata pada kawasan pasifik timur dan tengah disekitar khatulistiwa. Akibatnya curah hujan tinggi, hujan lebat maupun banjir.

El nino adalah gejala memanasnya permukaan air laut di atas rata-rata pada kawasan pasifik timur dan tengah. Akibatnya terjadi kekeringan dan gagal panen.

8. Pemanansan Global

Pemanasan global adalah suatu proses meningkatna suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Pemanasan global menyebabkan naiknya permukaan air laut , meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, menurunnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya bebagai jenis hewan.

Demikian materi Kenampakan Alam Negara-Negara Tetangga | Pelajaran IPS SD – bagian 2. Semoga bermanfaat dan terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *