Perjuangan Melawan Penjajah | Pelajaran IPS SD – bagian 3

Perjuangan Melawan Penjajah | Pelajaran IPS SD – bagian 3

Sebelum melanjutkan pelahari terlebih dahulu bagian -1 dan bagian – 2

C. Peranan Sumpah Pemuda

Para pemuda yang tegabung dalam organisasi pemda
menginginkan agar organisasi-organisasi yang ada melebur menjadi satu
perkumpulan nasional. Pada tanggal 30 April – 2 Mei 1926 diadakan Kongres
Pemuda I. Rapat besar itu dihadiri oleh wakil-wakil dari organisasi-organisasi
pemuda, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Islamiten,
Jong Bataks Bond dan lain-lain. Kongres Pemuda I dipimpin oleh Muhammad Tabrani

Tujuan Kongres Pemuda I ialah membentuk perkumpulan pemuda
tunggal. Tujuannya adalah untuk

  • Memajukan paham persatuan dan kebangsaan
  • Mempererat hubungan antara semua perkumpulan kebangsaan

Menindaklanjuti Kongres Pemuda I, diadakan Kongres Pemuda II
yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Dipimpin oleh ketua Sugondo
Joyopuspito dan wakilnya Joko Marsaid serta dihadiri sekitar 750 orang utusan
dari organisasi pemuda. Pada kongres hari kedua WR Supratman membawakan lagu
ciptaannya berjudul Indonesia Raya dengan biola. Inilah pertama kali lagu
Indonesia Raya dinyanyikan di Gedung Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda I menghasilkan keputusan yang sangat penting
dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia yaitu Sumpah Pemuda.

Isi sumpah pemuda adalah:

1. Kami putra putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu
tanah air Indonesia

2. Kami putra putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu,
bangsa Indonesia

3. Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia

Inti isi Sumpah Pemuda adalah satu nusa, satu bangsa dan
satu bahasa. Berkat sumpah Pemuda. Arah perjuangan bangsa Indonesia menjadi
semakin tegas, yaitu mencapai kemerdekaan tanah air Indonesia. Untuk mencapai
kemerdekaan tersebut, bangsa Indonesia memandang perlu adanya rasa persatuan
dan kesatuan sebagai bangsa yaitu bangsa Indonesia

D. Perlawanan Terhadap Jepang

1. Sejarah Kedatangan Jepang Di Indonesia

Dalam perang dunia II (1929 – 1945) Jepang bersatu dengan
Jerman dan Italia melawan sekutu. Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda
dan Perancis. Tanggal 8 desember jepang menerang pangkalan angkutan laut
Amerika di Pearl Harbour (Hawaii). Terjadilah perang Pasifik atau perang Asia
Timur Raya. Dalam waktu singkat Jepang memasuki wilayah Myanmar, Fiiphina,
Malaysia, singapura dan Indonesia

Mulanya Jepang menduduki daerah-daerah penghasil minyak
seperti Tarakan, Balikpapan dan Palembang. Kemudian perhatiannya dipusatkan
untuk menguasai Jawa. Pada 1 Maret 1942, Jepang datang ke Banten, Eretan Wetan
(Pantura) dan Pasuruan. Kedatangan Jepang ini dianggap penyelamat untuk lepas
dari penjajahan Belanda. Untuk menarik perhatian rakyat Indonesia, Jepang
membuat propaganda 3A yaitu : Jepang pemimpin Asia, Jepang pelindung Asia,
Jepang cahaya Asia

Kegembiran atas kedatangan Jepang tidak berlangsung lama
karena pasukan Jepang justru melakukan penindasan dan pemerasan yang
memeperparah penderiataan rakyat Indonesia

2. Beberapa Perlawanan Terhadap Jepang

a. Perlawanan Rakyat Aceh

Perlawanan terjadi tahun 1942 di Cot Plieng di bawah
pimpinan Tengku Abdul Jalil yang tidak mau patuh terhadap peraturan Jepang dan
menolak berdamai. Setelah beberapa bulan perlawnan, Jepang mengepung tempat
perrtahanan pejuang Aceh, Jepang menembaki pejuang Aceh saat mereka sholat dan
gugurlah mereka

b. Singaparna

Perlawanan yang terjadi di Jawa Barat ini dipimpin oleh KH
Zainal Mustafa, terjadi disebabkan karena ia menolak untuk melakukan seikerei
(membungkuk hormat kepada kaisar Jepang sebagai keturunan dewa matahari) dan
ini dianggap bertentangan dengan ajaran islam serta menentang perlakuan buruk
Jepang terhadap rakyat. Hari Jumat tanggal 25 Oktober 1944 KH Zainal Musatafa
dan pengikutnya ditangkap dan dihukum mati

c. Indramayu

Perlawanan rakyat yang terjadi tahun 1944 di daerah Loh
Bener, perlawanan ini menentang kesewenagn-wenangan Jepang. Dipimpin Haji
Mardiyas dan Darini, penyebabnya penduduk marah hasil panen harus diserahkan
langsung kepada Jepang. Mereka bersemboyan “lebih baik mati melawan Jepang
daripada mati kelaparan”

d. Blitar

Perlawanan prajurit PETA menentang Jepang dipimpin oleh
Syudanco Supriyadi pada tanggal 14 Februari 1945, penyebabnya PETA tidak tahan
lagi melihat kesengsataan rakyat terutama keluarga prajurit batalyon Blitar dan
para pekerja romusha. Dalam pertempuran ini banyak jatuh korban termasuk di pihak
Jepang. Tetapi perlawanan Supriyadi dapat dipadamkan dan para pemimpin
perlwanan ditangkap dan diajukan ke pengadilan, sementara Supriyadi dinyatakan
hilang

Demikian materi Perjuangan Melawan Penjajah | Pelajaran IPS SD – bagian 3. semoga bermanfaat dan terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *