Cerita Anak : PERSAHABATAN ITU INDAH

PERSAHABATAN ITU INDAH. Pada suatu hari hiduplah 5 anak perempuan yang bernama dea, laura, nabila, ranti,dan jasmine. Mereka sudah bersahabat selama 3 bulan. Mereka sangat akrab dari awal ia bertemu. Tetapi mereka tidak menyukai nabila entah kenapa alasannya. Pada saat mereka sedang bermain, tiba tiba nabila menghilang. Laura, dea, ranti, dan jasmine sangat terkejut. “kemana perginya nabila?” tanya dea ke teman temannya. “aku juga gak tau” kata ranti sambil terbingung bingung. “aduh, nabila kemana si!” kata laura emosi. “udah gini aja, kita cari nabila bareng bareng. Kalian jangan panik kayak gini” kata jasmine sambil memberi solusi. Dan mereka berempat akan mencoba untuk tidak membeci nabila

Mereka berempat pun mencari nabila, dan tiba tiba mereka melihat sebuah rumah dihutan. Mereka bingung, karena rumah itu terlihat sedikit aneh.”aku penasaran sama rumah itu, ayo kita kesana” kata laura sambil mengajak teman yang lainnya. “beneran?” kata ranti sambil ketakutan. Akhirnya merekapun mencoba untuk memasuki rumah itu dan tiba tiba didalam rumah itu ada seorang nenek sihir tetapi disana ada juga nabila yang terikat di sebuah pilar. “laura, kita ngapain kesini aku takut” kata ranti sambil ketakutan. “udah, kamu nggak usah takut” kata teman temannya. Dan mereka akan segera menyelamatkan nabila dari nenek sihir itu. Tetapi nenek sihir mencegah mereka untuk menyelamatkan nabila. “hai kau nenek sihir mengapa kau menghalangi kami” kata jasmine sambil menahan emosi. Nenek sihir pun kesal kepada mereka, dan akhirnya nenek sihir akan mengutuk nabila menjadi kodok dan nenek sihir pun sengaja mengirim nabila kesebuah kota yang jauh dari rumahnya agar mereka berempat lelah dan tidak sanggup untuk menemukan nabila. “mengapa kamu mengutuk nabila menjadi kodok.” Kata laura yang sangat emosi. “memangnya mengapa?.” Tanya nenek itu sambil terkekeh. “Kalau kalian ingin nabila kembali normal, kalian harus mencari nabila sampai ketemu dan kalau kalian bisa menemukannya, kalian kembalilah kerumahku. Dan tubuhku akan berubah menjadi abu” kata nenek sihir. “oke kami setuju jangan sampai kau tidak menepati janjimu” kata mereka berempat sebelum keluar dari rumah nenek tersebut. Laura, dea, ranti, jasmine, akan berusaha mencari nabila.

Saat sedang dalam perjalanan mencari nabila, tiba tiba ranti melihat kodok yang sangat mirip dengan kodok yang sudah dikutuk oleh nenek sihir. “kalian! Liat deh itu bukannya kodok yang tadi dikutuk oleh nenek sihir. Nabila?!” kata ranti yang memberi tahu ke temennya. “iya bener!” kata dea sambil terkejut. “yaudah jangan banyak omong kalian, langsung kita tangkap kodok itu!” kata laura menahan kesal. Merekapun menangkap kodok itu dan membawa kerumah nenek sihir.

“hai nenek sihir, kami sudah menemukannya engkau harus menepati janjimu” kata laura. Nenek sihir itupun hanya tertunduk pasrah karena dalam dunia sihir seorang penyihir tak boleh mengingkari janjinya. Nenek sihir pun tak menyangka bahwa mereka berhasil menemukannya. Dan seketika nabila berubah menjadi manusia normal kembali.

“kalian cepat keluar dari sini, dalam hitungan ke 5 aku dan rumah ini akan terbakar” peringati nenek itu. “Ayo cepat kita keluar dari sini!!” kata dea sambil menarik teman temannya keluar dari sana.

“Hei” panggil nabila, keempat temannya pun menengok “Kenapa kalian membantuku bukankah kalian membenciku?” heran nabila. “Kami tidak membencimi kami hanya kurang senang dengan sikapmu yang terlalu pendiam” kata jasmine “Lagi pula kami masih mempunyai hati, kamu kan masih jadi sahabat kita” kata dea sambil tersenyum lembut. “maafkan kami jika kami memeng terlalu mendiamkan mu” kata ranti yang akan meminta maaf kepada nabila. “iya nggak apa apa, makasih banyak ya” kata nabila sambil berkata lembut. “terimakasih untuk apa nab?” tanya jasmine ke nabila. “terimakasih karena kalian sudah menolongku dari nenek sihir. Dan mereka pun tidak akan membenci nabila lagi. Dan akhirnya mereka hidup berbahagia tanpa ada gangguan apapun.

baca juga : Petualangan Yang Menegangkan Di Kerajaan Pelangi

Selamat Tinggal Neverland

Thanks To:

Dea, Laura, Nabila, Ranti Dan Jasmine

SMP Negeri 1 Setu Bekasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *