Kaulinan Barudak | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP Bagian 2

Kaulinan Barudak | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP Bagian 2

  1. Pedaran Kaulinan Barudak

(Bahasan Permainan Anak-Anak)

Contoh wacana ‘Medar Langlayangan” yang tadi dibaca itu merupakan nama salah satu Kaulinan Barudak (permainan anak-anak) yang sampai sekarang masih sering kita jumpai. Dalam tiap Kaulinan Barudak biasanya akan dijumpai istilah istilah husus yang memang berkaitan langsung dengan permainan tersebut. Perhatikan di bawah ini contoh istilah yang biasa ada dalam permainan layangan.

Istilah-istilah dalam permainan layangan

kapakan – layattgan lepas putus sendiri

godos – layangan sedang beradu terus lepas / berpisah lagi

nyasar = beradu layangan orang lain

dilataran = diulur, diberi kelongsaran untuk mengulur

dikubet – ditarik dengan tiba tiba supaya beradu

digombel – mengadu diulur sambit layangannya tetep hidup

kebluk – layangannya susah ditarik ke kanan kirinya

gelenye = gampang ditarik ke kanan kirinua dan tidak mau anteng.

mayung layangannya anteng seperti payung

mumbul – layangan yang lepas makin melambung

nyereng – berbalik ke kanan atnit ke kiri

nutug = menukik

wangkong = gambar layangan cacap benang habis dari gotougannua

ngarucu – memburu layangan putUS

rerenteng = benang atau senur yang dipintal-pintat untuk menggnet Inyangan orang yang putus ngabandang = menangkap layangan yang katalt den,qan layangan lagi

ngarebol = nuttuskaulmenggaet benanglgelasan orang lain yang Inyangannyn sudah katah gelasan – benang tajam khusus untuk beradu biasanya memakai serbuk kata tali timba lali layangan antara bagian atas dan ujung bagian bawah

rarancang = kerangka layangan

tali barat = bettang pada kerangka ujung kepala dan sayap

Sebelum era teknologi (internet, handphone. gadget) merambah ke tiap pelosok, di Jawa Barat terdapat cukup banyak Kaulinan Barudak yang sering dimainkan anak-anak, baik di kampung maupun di kota. Mereka sering bermain dan berkumpul di pekarangan rumah, lapangan, atau lahan kosong. Waktunya biasa sore hari, atau terkadang malam hari selepas Isya apabila malam libur atau waktu terang bulan.

Keberadaan Kaulinan Baradak di Jawa Barat sekarang hampir raktor lingkungan pun seperti punah. Selain faktor teknologi, pembangunan pabrik, perumahan, pertokoan, turut memperkecil arena bermain. Padahal banyak manfaat yang bisa diambil dari permainan tersebut, di antaranya sebagai sarana bersosialisasi, olahraga, hiburan, melaiih keeeradasan, dan kerjasama. Jenis Kaulinan Barodak bisa dikelumpokkan berdasarkan jumlah pemain dan jenis kelamin pemainnya.

  1. Jumlah Pemain

Dilihat dari jumlah pemainnya, kaulinan barudak di Jawa Barat dibagi jadi tiga jenis. Ada kaulinan Baradak yang pemainnya sendiri, berdua atau berpasangan, dan berkelompok atau lebih dari dua orang. Jenis kaulinan yang dimainkan sendirian di antaranya: bebeletokan, bebedilan (dari pelepah daan pisang), rorodaan, jajangkungan (engrang). Jenis kaulinan yang pemainnya berdua atau berpasangan, di antaranya: congldak, ucang- ucang angge, damdaman, dsb.

  1. Jenis Kelamin Pemain Apabila dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin pemainnya, maka kaulinan barudak pengelompokkannya seperti di bawah ini.

Kaulinan barudak yang dilakukan anak wanita, misainnya: congklak, bekle, annyang anyangan

Kaulinan barudak yang dilakukan anak lakt-laki, misalnya: jajangkungan, langlayangan, ngadu panggul, bedil peletok

Kaulinan barudak yang dilakukan anak laki-laki dan perempuanmisalnya oray orayan, ucing sumput, boyboyan, galah, perepet jengkol, gatrik, bancakan, dsb

Kaulinan barudak (permainan anak-anak) di atas kemungkinan terdapat juga luar daerah lawa barat, hanya beda nama atau variasi dalam permainannya,

Kaulinan Barudak | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP Bagian 2

pelajari juga Kaulinan Barudak | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *