Kaulinan Barudak | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP bagian 3

Kaulinan Barudak | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP bagian 3

Mikawanoh kaulinan oray-orayan

Mengenal Permainan “Oray-orayan” merupakan nama salah satu permainan tradisional anak-anak Sunda, tempat bermainnya bisa di halaman atau samping rumah yang cukup luas. Sampai sekarang permainan ini masih suka dipakai anak-anak di daerah pedesaan. Dimaklumi, karena di pedesaan masih banyak pekarangan yang eukup luas. Beda Iagi di daerah perkotaan yang tempatnya jarang ada yang luas.

Jika diteliti secara seksama, permainan “Oray-orayan” mempunyai tiga nilai seni, yang meliputi seni suara, seni sastra, dan seni peran. Dari segi seni suara karena dalam penyampaian syairnya dinyanyikan. Dari seni suara karena syairnya ditulis dengan pilihan kata yang baik. Dari segi seni drama karena prakteknya diperankan oleh beberapa orang, sehingga terasa adanya unsur-unsur teater (drama).

Ada dua versi dalain memainkan kantinan Oray-orayan.

  1. Versi Bulan Bintang

Cara memainkan kaulinan Oray- orayan menurut versi ini seperti di bawah ini.

a. Dua orang anak saling berpegangan tangan membentuk seperti gerbang.

b. Dua orang tersebut memilih akan menjadi “bulan” atau “bintang”

(dirahasiakan dari pemain lain).

c. Pemain lain berbaris beruntun sambil memegang pundak orang di depannya dan maju melewati gerbang tadi.

d. Orang paling depan disebut hulu (kepala) dan yang paling belakang disebut buntut (ekor). setiap pemain mengikuti langkah dari si hulu ular sambil bernyayi bersama dengan syair seperti di bawah ini.

Lirik Lagu: Oray-Orayan

Oray orayan, luar leor mapay sawah,

Entong ka sawah, parena keur sedeng beukah.

Orang-orayan

luar-leor mapay kebon

Entong ka kebon, dikebon loba nu ngangon.

Mending ge teuleum, di leuwi loba nu mandi

Saha anu mandi Nu mandina pandeuri.

Oray-orayan

Oray naon? Oray Bungka

Bungka naon? bungka laut

Laut naon? Laut dipa

Dipa naon ? dipanderi riririri…jleppp

(bulan dan bintang menangkap mangsanyal)

e. Ketika berada di ujung lagu, pada syair “ririririri ” kedua pemain yang menjadi gerbang tadi akan menurunkan tangannya dan menangkap seorang pemain, setelah tertangkap pemain harus mimilih bulan atau bintang, bila si pemain misalnya memilih bulan, dia akan bediri di belakang bulan, pun sebaliknya.

f. Permainan dilanjulkan sampai semua pemain tertangkap, nantinya akan membentuk tim bulan dan tim bintang yang akan beradu kekuatan dengan saling tarik menarik tangan (seperti tarik tambang)

Versi Kepala Makan Ekor

Versi Iain dari cara memainkan kaulinan Oray-orayan menurut versi ini adalah seperti di bawah ini.

a. Para pemain berderet dulu untuk pengaturan posisi dengan berdasarkan tinggi badan.

b. Pemain yang badannya paling tinggi berada di paling depan dan berposisi sebagai kepala, terus beruntun kepada pemain yang badannya pendek. Pemain yang paling pendek menduduki posisi sebagai ekor.

c. Pemain lain berbaris berentun sambil memegang pundak orang di depannya.

d. Setelah ada aba-aba barulah para pemain berjalan mengikuti langkah kepala sambil bernyanyi oray-orayan. Para pemain berjalan meliuk-liuk seperti halnya ular sedang berjalan.

e. Ketika berada di ujung lagu, pada syair “riririririri “, pemain paling depan harus menangkap pemain paling belakang dan pemain lain akan menghalang-halangi kepala ular agar tidak menyentuh anak paling belakang tersebut.

f. Permainan dianggap selesai apabila yang paling belakang (ekor) tertangkap oleh yang paling depan (kepala).

Simak oge Kaulinan Barudak | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP bagian 2

Kaulinan Barudak | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP bagian 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *