Paguneman / Percakapan | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP bagian 2

Paguneman (Percakapan) | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP bagian 2.

Pedaran Paguneman (Pembahasan Percakapan)

Contoh paguneman yang sebelumnya kamu baca adalah gambaran satu keluarga yang anaknya baru saja lulus masuk SMP. Terlihat oleh kita adanya ucapan atau omongan dari satu pelaku bersautan / berbalasan dengan pelaku yang lainnya. Ada yang bicara dan ada lawan bicaranya. Pelakunya terdiri dari tiga orang, yaitu Ibu, Bapa, dan Alif. Topik dari paguneman di atas adalah waktu pemakaian seragam baru di SMP.

Aturan atau kaidah yang perlu kita perhatikan pada waktu kita melakukan sebuah pagememan adalah intonasi, gerak gerik, serta mimik muka. Hal ini perlu kita ketahui agar tujuan dari paguneman itu dapat tercapai. Dalam sebuah pagunenum, intonasi (tinggi rendahnya suara) akan turut mempengaruhi kuat lemahnya respon lawan bicara kita. Intonasi diperlukan tatkala kita menyampaikan ucapan atau kalimat yang dirasa perlu dipahami oleh lawan bicara. Pemakaian intonasi yang kurang tepat terkadang bisa menimbulkan tafsiran yang salah dari apa yang kita sampaikan. Selanjutnya gerak-gerik serta mimik muka pelaku akan ikut menggambarkan suasana hati pelakunya. Jika kita memperhatikan hal ini, maka kita akan dapat menyesuaikan diri dengan siapa kita bicara, dan dalam situasi seperti apa kita melakukan paguneman.

Dilihat dari bentuknya, sebuah paguneman bisa ditulis dengan memakai bentuk lancaran (bebas), bisa juga ditulis dalam bentuk skenario drama. Seperti contoh wacana paguneman “Wawanohan” di atas adalah memakai bentuk lancaran (bebas). Cirinya, omongan tiap pelaku selalu diapit dengan tanda kutip (” …”).

Tetapi, jika dalam bentuk skenario drama, tanda petik itu dihilangkan. Perhatikan cara penulisan wacana di atas, selanjutnya bandingkan antara yang memakai landa kutip dengan yang tidak memakai tanda kutip di bawah ini!

Ibu : Isukan Alif, cenah hayang make seragam anyar, bodas biru.

Bapa : Coba geroan budakna.

Ibu : Alif, Alif…!

Alif : (kaluar li kamanta) Kulan! Aya naon Bu?

Ibtt : Bapa rek ngomong. Pek dengekeun bisi katerangan ibu kurang jelas.”

Bapa: Ceuk saha kudu make saragam bodas biru?

Alif : (diuk dina korsi nyangharettpan indung bapana) Saur Arya, rerencangan abdi.Pan ayetina tos SMP, janten saragam bodas beureumna kedah gentos ku bodas biru.

Bapa : Ke… ke, ari Alif ngadengekeun teu waktu bewara sore karnari di lapangan sakola? Bapa mah kabeneran ngadengekeun. Sabab waktu ngajemput Alif, pas upacara panutupan MOS, Bapa cicing di sisi lapangan terus nalingakeun Alif.

Alif : Henteu, sabab Alif mah sibuk milarian rerencangan sakelompok bae.

Bapa: Oh, pantes ari kitu mah. Hartina bewara ti Pa Bambang

Paguneman (Percakapan) | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP bagian 2.

Pelajari juga Paguneman (Percakapan) | Bahasa Sunda Kelas 7 SMP bagian 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *